Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Februari 2012

My Confessions

Semua usahaku sia-sia..
Di atas segalanya
Semua hal tentang dirimu, hidup, pekerjaan, dan harga dirimu atau apapun itu,
toh menurutmu jauh lebih berharga daripada aku.
Sebegitu sempitkah matamu memandang dunia,
yang terpusat berputar padamu dan bukan pada Matahari?
Dan aku hanya jadi salah satu dari milyaran bagian kecil dalam tata surya hidupmu..

Mungkin aku perlu lebih banyak belajar untuk berhenti berharap.
Hanya aku, sendiri.

I Miss You So Much - TLC

I never asked for this feeling
I never thought I would fall
I never knew how I felt till the day you were gone
I was lost

I never asked for red roses
I wasn't looking for love
some how I let my emotions take hold
And guess what?
All at once
I'm in love


Ohhhh
I miss you so much
I long for your love
It scares me
Cause my heart gets so weak
That I can't even breathe
How can you take things so easily?
Baby, why aren't you missing me?

Why did I act like you mattered?
It was silly of me to believe
That if I just opened my heart
Things would come naturally
Joke's on me...yeah

I did not ask for love letters
So why did you give them to me?
How could I let your intentions get over on me?
So in love
So naive
Oh baby

Ohhhh
I miss you so much (Yes...)
I long for your love
It scares me
Cause my heart gets so weak
That I can't even breathe
How can you take things so easily?
Baby, why aren't you missing me?

And oh (Oh...)
How I hate what you have done
Made me fall so deep in love
God knows you're the only one
I want
That I love
Oh oh baby

Ohhhh
I miss you so much (Yeah...)
I long for your love
It scares me
Cause my heart gets so weak (So weak..)
That I can't even breathe (Can't even breathe...)
How can you take things so easily?
Baby, why aren't you missing me?

Baby, why aren't you missing me?
Ooooh
Baby, why aren't you miss...
Missing me?

Selasa, 21 Februari 2012

Childhood - Michael Jackson

Have you seen my Childhood?
I'm searching for the world that I come from
'Cause I've been looking around
In the lost and found of my heart...
No one understands me
They view it as such strange eccentricities...
'Cause I keep kidding around
Like a child, but pardon me...

People say I'm not okay
'Cause I love such elementary things...
It's been my fate to compensate,
for the Childhood I've never known...

Have you seen my Childhood?
I'm searching for that wonder in my youth
Like pirates and adventurous dreams,
Of conquest and kings on the throne...

Before you judge me, try hard to love me,
Look within your heart then ask,
Have you seen my Childhood?

People say I'm strange that way
'Cause I love such elementary things,
It's been my fate to compensate,
For the Childhood I've never known...


Have you seen my Childhood?
I'm searching for that wonder in my youth
Like fantastical stories to share
The dreams I would dare, watch me fly...

Before you judge me, try hard to love me.
The painful youth I've had

Have you seen my Childhood....

Jumat, 21 Oktober 2011

Surat untuk Tuhan

Tuhan...
apakah jatuh cinta harus terasa sesakit ini?
Entah sudah berapa lama aku mencoba menyembuhkan lukaku yg dulu
hingga aku bisa berdiri tegak kembali
namun hanya dalam seminggu usahaku selama ini sia-sia.

Tuhan...
Ketika kemarin aku bicara padaMu
apakah dia jawaban dariMu?
Jika memang seharusnya aku bersyukur
mengapa rasanya hatiku masih ragu?

Tuhan...
Aku memang bukan yang terbaik
Bimbing aku
hingga aku benar-benar yakin dan semakin mengenalMu
melalui dia

Selasa, 06 September 2011

Self-Conversation : Cinta Sendiri

Malam ini saya tepekur...

"Tak cukupkah, tak bisakah jika hanya aku yang mencintaimu?"



Dan kemudian muncul jawaban dengan sendirinya :

"Nope, because all the people said that 'it takes two to tango'"



Ouch...! =_="

My Confessions

"Ku takan pernah merasa
rasakan cinta yang kau beri
Ku terjebak di ruang nostalgia
Semua yang kurasa kini
tak berubah sejak dia pergi
Maafkanlah ku hanya ingin
sendiri ku disini...

...Namun kurasa cukup ku menunggu

Semua rasa tlah hilang
Sekarang aku tersadar
Cinta yang kutunggu tak kunjung datang
Apalah arti aku menunggu bila kamu
tak cinta lagi"



-Terjebak Nostalgia & (Apalah) Arti Menunggu by Raisa Andriana-

Senin, 15 Agustus 2011

Hai Tujuh! :D

Setelah sekian lamanya menempuh perjalanan di Kampus Trisula Ungu di Bumi Jatinangor (hehe), akhirnya tak terasa sudah sampai di tahun ke-4! (Yaa kali kagak kerasa. Gue mah kerasa bener2 banget dah!)

Menjadi angkatan aktif tertua di kampus, adik angkatan udah nambah jadi 3 (2009-2010-2011)

No offense but puji Tuhan Yesus di awal tahun ke-4 ini gue bisa sapu bersih semua mata kuliah, yaa walaupun masih ada beberapa yg nilainya acak-adut-bikin-cacat-transkrip alias nilai C-D (bikin gue ngebatin : demen c***cut apa ya dosen2?). Tapi itu sih urusan nanti, kalo rajin ya ngulang, kalo kagak rajin ya liat ntar kepepet apa ga hehehe...

Tiba2 keinget sekitar 2 tahun yg lalu seorang temen pernah bilang kalimat yg dia denger dari senior 2006 (yg mana pada watu itu dia sedang memasuki semester 7). Kira2 kalimatnya begini :

"Awas STMJ lho. Semester Tujuh Masih Jomblo."

Kocak banget! Tapi terus dibilangin lagi kalo (katanyaaaa...) mahasiswa/i Psikologi belom punya pacar di semester 7, bakalan susah cari pasangan hidup.

Apaan banget sih? Jujur gue rada2 takut sama kutipan ini, tapi lagi2 ini kan katanya, nah ini sebenernya kata siapa? Emang udah ada data statistiknya ya? (Eaaaaaaa...)

Yaa dengerin aja lah, mungkin ada maksud baiknya tapi bukan berarti jadi buru2 nyari pacar cuma gara2 takut kejadian kagak bisa nikah kan ya.
Daripada kebat-kebit nyari pacar, mending coba makin seriusin lagi kuliahnya, naikin tuh IPK, katrol nilai2 biar bisa nutupin yg jelek2 jadi ga perlu ngulang, target semester 8 skripsi dan Agustus 2012 wisuda (amiiiiiiiiinnn). Masalah dapet pacar mah sambil jalan aja, kali nemu pas nyusun skripsi hihihi *ngarep*

Work hard, pray harder, no play hardest. Jalanin aja, asikin aja, ENJOY AJA!

Semoga tahun ini menjadi tahun yg bersahabat untuk kita semua.
Salam kompak selalu! \m/

Senin, 14 Februari 2011

To Where You Are - Josh Groban

Who can say for certain
May be you're still here
I feel you all around me
Your memories so clear

Deep in the stillness
I can hear you speak
You're still my inspiration
Can it be
That you are mine
Forever love
And you are watching over me
from up above

Fly me up to where you are
beyond the distant star
I wish upon tonight
to see you smile
If only for a while
to know you're there
A breath away's not far to where you are

Are you gently sleeping
Here, inside my dreams
And isn't faith believing
All power can't be seen

As my heart holds you
Just one beat away
I cherish all you gave me everyday
Cause you are mine
Forever love
Watching me from up above

And I believe that angels breathe
And that love will live on and never leave

Fly me up to where you are
beyond the distant star
I wish upon tonight
to see you smile
If only for a while
to know you're there
A breath away's not far to where you are

I know you're there
A breath away's not far
to where you are...



Gue suka banget lagu ini, terutama karena mengingatkan gue sama 1 orang yang gue sayang dan ga mungkin lagi buat ketemu dia. Mungkin gue akan terpisah dalam jangka waktu yang cukup lama, bertahun-tahun bisa jadi. Tapi gue yakin pada saatnya nanti gue akan ketemu lagi sama dia di tempat paling indah yang belum pernah gue bayangkan, lebih indah dari tempat terindah yang ada di bumi. Happy Valentine's Day, my GARA.

Kamis, 27 Januari 2011

FavTweets

Di saat gue lagi mesem-mesem hari ini siang-siang gini, pas login Twitter ada 1 tweet yang gue suka dari Sarah Sechan (yang dire-tweet sama Nino RAN):

"did u know: ur heart is located in ur chest & is well protected by ur rib cage. don't worry so much about it being broken."

thanks a lot! :')

Datang dan Kembali

Kalo liat judul di atas terus ngira gue bakal nulis lirik lagunya Vidi Aldiano, well...salah.
Gue mau nulis sesuatu yang serius, paling nggak buat gue.

Baru 2 hari yang lalu gue nulis postingan terakhir tentang hal-hal menyebalkan yang gue alamin belakangan ini, beserta penyebabnya. Kemaren (Senin, 27 Januari 2011) adalah satu hari yang melelahkan buat gue, dalam arti sebenarnya. Pagi-pagi nyampe Batunuggal udah ditegur salah kerja, bos banyak agenda yang bikin gue jadi ga dapet instruksi kerja yang cukup jelas hari itu, ditambah gue baru bisa pulang jam 6 sore dari Buah Batu dan nyampe rumah jam 8. Itu juga dalam kondisi kerjaan masih banyak, belom beres semua. Di saat gue baru naro tas + ganti baju sambil dengerin lagu + nyanyi-nyanyi, tiba-tiba gue iseng liat HP dan ada sms. Pengirimnya yang bikin gue kaget. Tumben banget ni orang, 2 hari yang lalu gue bahas di blog terus tiba-tiba sms. Isinya lebih bikin gue bingung: cuma tertulis "V."

Awalnya gue bingung, antara mau ngebales apa nggak. Gue pikir, bales aja deh. Toh gue juga udah ga ngerasa gimana-gimana sama dia. Sms demi sms pun dikirim dan diterima. Katanya baru pulang dinas dari Batam. Gue becanda-becandain. Dalem hati gue masih penasaran, kenapa udah ngilang ga ada kabar terus sekarang balik lagi, tiba-tiba pula.
Akhirnya gue nanya, sebenernya ada apa dia sms gue. Kali aja dia lagi ada masalah (as usual), sama temen kek, orang tua kek, sodara, atau pacarnya. Yap, pacar. Untuk yang terakhir itu gue emang niat banget pengen tau kalo-kalo dia udah punya cewe lagi. Selama ini dia sering nuduh-nuduh gue suka sama cowo lain kalo udah males nanggepin atau nurutin permintaan dia yang nggak-nggak.

Percakapan ga langsung via HP itu lama-lama malah jadi runyam. Dia nanyain siapa pacar dia. ya mana gue tau, pas baca sms dia kayak gitu aja gue udah mulai males. Dia nanya lagi pacar gue siapa, ya gue bilang gue ga punya pacar. Eh, malah diterusin nanya siapa mantan gue, kapan putusnya, kenapa putus dll. Ya berhubung gue jadi emosi gue jawab aja mantan gue ya DIA, putus kira-kira 1 bulan YANG LALU. Masih bagus gue anggep mantan, itu juga udah makes banget! Terus dia tanya lagi emangnya dia mutusin gue apa nggak. PLAK! Ni orang beneran bego apa ya? Seumur-umur gue kalo ngomong serius sama dia pasti lagaknya pura-pura bego, ga mau ngebahas mecahin masalah, flight banget deh! Ya gue bilang aja gue yang mutusin karena dia ga pernah ada buat gue. For almost 2 years!

Abis itu dia ga sms gue lagi. Ngambek kali. Gue udah tau, pasti gini nih jadinya. Gue males nanggepin dia ngambek-ngambek gitu, kayak anak kecil aja. Lagian, hati gue yang masih diplester sana-sini akhirnya kesenggol lagi. Berdarah lagi (lebay). Kenapa sih dia doyan banget naik-turunin mood gue? Pengen hati gue ampe bernanah busuk dulu kali ya? (lebay kuadrat). Lagi-lagi gue ngerasa beban gue bukannya berkurang, yang ada malah makin parah beratnya. Dia seenaknya ngambek-ngambek depan gue, ga mikir ya kalo gue juga mendem kemarahan gara-gara tingkah dia? Udah lama gue dapet tekanan tersendiri dari banyak pihak yang udah pernah gue mintain pendapat soal masalah gue ini. Di saat semua orang empati, dia dimana? Nanyain kabar gue aja kudu gue duluan yang nanya kabarnya dia.

Yang paling bikin gue bingung, kenapa sih dia selalu bolak-balik di hidup gue? Kalo gue butuh, dia ga ada. Giliran gue udah males, dia dateng lagi. Gue udah jelas capek sama semua urusan kayak gini.

"Why don't you just let me go? I got to move on, to survive and keep my world alive without you" (ini tweet gue semalem).

Terus gue curhat sama Lia. Gue bingung antara mau nelfon dia apa ga. Kalo udah gini gue amat sangat ga suka dan gue pengen jelasin semua sejelas-jelasnya sama dia. Kalo perlu teriak-teriak depan muka dia. Gue ga mau dia jadi ke-geer-an, tapi gue juga ga mau dia ga ngerti apa yang gue rasain. Dan akhirnya gue putuskan untuk nelpon dia.

Jam 02.30 tadi pagi. Dari dalem hati gue rasanya udah pengen marah-marah sama dia, tapi karena udah malem gue ga mungkin juga terika-teriak sendiri kan? Lagipula, waktu telfonnya diangkat, dia juga ga mau ngomong apa-apa. Gue bilang kalo gue ga mau terus-terusan kayak gini. Dia tetep ga ngomong apa-apa, alesannya dia capek dari Batam. Dia mau istirahat dulu dan katanya diomongin besok aja. Itu menurut dia, tapi gue sendiri udah ga ada lagi besok-besok buat dia. Kenapa dia seakan-akan ga mau ngertiin gue?

Gue sakit hati, lo SAKIT JIWA!

Alhasil pagi ini gue bangun dengan kantong mata item + bengkak gara-gara baru ketiduran jam 3 pagi. Itu juga gara-gara gue nangis sesenggukan. Entah deh dia mau jadinya kayak apa. Saya harus gimana lagi, Tuhan? Saya ga ngerti sama semua ini, tolong buat saya ngertiya, Tuhan..

Senin, 24 Januari 2011

Love Fool

Hmm, mari kita mulai ceritanya.
Hmmmmmmm...
Gimana mulainya ya? Bingung juga udah lama ga pernah nuangin unek-unek via kata-kata ga langsung kayak gini.

Baiklah, mari mulai mencoba kembali...

First of all, gue jomblo. Sejak pertengahan Desember 2010. Ga percaya? Oke, gapapa. Yesterday was a full-exhausting relationship I've ever had. Setelah hampir 2 tahun (tepatnya 1 tahun 8 bulan 13 hari) bolak-balik putus-nyambung, but finnally I've made my decision. To go. Far away. For ever (I hope so). Gue sadar selama ini ga pernah ada tujuan yang sama, yang dia rasain bukan cinta tapi "cinta-pake-buntut" (yah, artikan saja sendiri masing-masing lah). Dan hal itu yang bikin gue ngerasa kalo selama ini gue "berjuang" sendirian (cieeeee, berasa patriot cinta *cih*). I might be not that strong but, this time, please trust me that it's over. No more Titus Ardyan Saputra (SIP!!)

Second, here I am! A high quality jomblo who keep dreaming about true love (weeeeeeekk :p). Gue terus2an berusaha buat ngelupain kesalahan2 yang gue lakukan dulu-dulu (mungkin ga semuanya salah, tapi berhubung ending-nya ga enak jadi tolong dimaklumi saja). Let's just say jiwa gue udah lumayan tenang (lumayan ya, belom 100%), tiba2 menjelang Natal 2010 kemaren ada 1 cowok, temen gue waktu SD, nyamperin gue dan ngajakin gue untuk bantu mikirin acaran Natalan di wilayah rumah gue. Berhubung gue sama sekali ga pernah ikut dan ga suka ikut kegiatan-kegiatan kayak gitu, tapi karena temen gue ngajak jadi gue pikir why not? Lagian gue juga ga enak selama ini ga pernah aktif di Gereja. Sebenernya gue juga kaget, tumben sekarang dia mau ikut yang begini2an, biasanya juga sama malesnya kayak gue. Jadi, dia minta nomer gue dan gue kasih. Katanya dia mau SMS gue dan gue pikir: okelah.
Siapa sih cewe yang ga GR? Oke, mungkin guenya aja yang kelewatan GR cuma gara-gara hal kayak gitu (udah pabrikannya kayak gini kali). Terus gue liburan ke Jakarta. Sampe gue pulang lagi HP gue ga pernah ada SMS dari dia. Gue pikir: tuh kan, ngomongnya aja bagus, tindakannya ga ada. Gue sempet ketemu dia di Gereja, waktu gue tanya dia jawab lagi sibuk ngurusin yang lain-lain (salah satunya yang dia bilang ngurusin kuliah, padahal kan kampusnya lagi libur ya?).
Akhirnya sampe tuh acara Natalan berlangsung, ujung-ujungnya gue juga ga ngapa-ngapain. Dia aja sibuk sama temen-temen gue yang lain jadi panitia. Dari diri gue sendiri sebenernya gue ga enak banget sama bokapnya, gara-gara emang udah kenal deket juga dan bahkan bokapnya sendiri yang minta tolong biar aktif ikut kegiatan. Sampe dikasih nasehat + wanti-wanti segala macem lho!

Next, di hari minggu berikutnya gue ketemu dia lagi di Gereja. Demi kumpulan awan cirrus di langit dan humus di tanah (lebay), kenapa gue harus ketemu lagi sih? Ngeliatnya aja rada-rada males, tapi yaudahlah... Selesai misa gue langsung mau pulang, ngabur, ogah ngobrol sama dia. Eh, ga taunya dia ngejar sambil manggil gue (ini dia nih yang lagi-lagi bikin GR). Dan inilah percakapan super singkat yang terjadi:
Dia: "Fin, hari minggu depan ada acara ga?"
Gue pikir ngapain dia pake nanya-nanya segala (padahal dalem hati GR-nyaaaaaaaaaa minta ampun dah)
Gue: "Mmm, ngga kok. Kenapa?"
Dia: "Ikut rekoleksi yuk! Itu yang calon pengurus, ke Pratista. Kan giliran kita-kita nih."
Gue: "Hmm gitu, yaaa boleh deh."
Dia: "Bisa? Bener ya, ntar didaftarin nih."
Gue: "Iya iyaaaa. Berangkatnya gimana? Bareng ya." (ini ngomongnya sambil ngarep)
Dia: "Iya bareng kok, sama Ria, anak-anak yang lain juga. Yaudah, saya duluan ya."

Well, dari jawaban terakhir sebenernya gue jawab sambil males-malesan. Tapi gue pikir yaudahlah, kan ga enak sama bokapnya juga kemaren-kemaren udah diajakin, ditambah pelayanan buat orang-orang juga. Lagipula itu kan yang difirmankan Tuhan kepada manusia untuk saling melayani satu sama lain? (oke, gue jadi berasa nge-sok bener dah ah...maap).

Karena gue udah memutuskan untuk ikut, jadi gue harus terima apapun konsekuensinya dong. Sampe malem sebelum acara rekoleksi, dia ga ngehubungin gue sama sekali. Gue minta tolong nyokap gue buat nanyai ke bokapnya, mau minta tolong dia biar jemput gue dulu di rumah baru berangkat bareng rombongan. Waktu nyokap gue nelpon, gue ikut denger dan dari pembicaraannya gue langung feeling ga enak. Selesai nelpon, nyokap gue bilang, "Katanya Ferry masih di gunung sama temen-temennya, ga tau kapan pulangnya. Mungkin besok langsung nyusul kesana."

PLAK! Gue cuma bisa nyengir + nepok dahi. Gue udah mencoba untuk ga lagi-lagi GR duluan, tapi tetep aja perasaan dibego-begoinnya nohok banget! Dia yang ngajakin gue duluan, ga taunya dia yang ngabur sendiri. Sialan emang. Mungkin yang pada online Twitter waktu Sabtu malem ngeliat beberapa tweet gue yang isinya ngomel-ngomel. Ini dia nih yang bikin empet!

Gue pikir lagi, okelah dia ga ada. Kali aja dia emang nyusul langsung ke Pratista. Gue mutusin untuk tetep ikut. Begitu nyampe di tempat acara, gue langsung dengerin pertanyaan di akhir sesi 1 (telat dateng). Bodo amatlah, lagian gue juga ga niat-niat amat. Tapi pas gue dengerin, kayaknya materinya lumayan nih buat nambah-nambah ilmu (walaupun jujur gue dengernya bosen, rasanya udah pernah dikasih tau dosen pas kuliah).

Acara hari itu ada 3 sesi, dari jam 9 pagi - 5 sore. And the fact iiiiiiiiissss...(drums) DIA GA DATENG!
Bagus kan, dia ga dateng seharian! Ga usah deh bawa-bawa gue, dia bahkan udah janji sendiri sama bokapnya kalo dia mau dateng tapi janji tinggal janji! Haha, parah banget lo!
Janji adalah hutang, kalo hutang ga dibayar gimana tuh? Hutangya sama orang tua lagi, wah...ga ikutan dah gue mah.

Belajar dari pengalaman-pengalaman gue sebelumnya, ditambah apa yang nyokap gue ajarin, sekarang-sekarang ini gue mulai pasrah berserah aja sama Tuhan. Dia yang tau semua-mua yang baik buat kita, jadi pasti semuanya bakalan dikasih jalan. Kita cuma perlu minta petunjuk dan tanda aja dan gue udah mendapat salah satunya. Seseorang yang gue pikir akan menjadi seseorang yang "spesial" buat gue (kayak martabak), gue berdoa buat dikasih tanda kalo dia emang baik/ ngga. Ternyata tandanya jelas banget, dia bukan orangnya.

And the last, this is me now! Mungkin ga beda jauh sama gue yang biasanya, tapi gue akan mencoba menjadi orang yang lebih sabar dan pasrah sama Tuhan deh. Kalo sekarang gue belum dapet apa yang gue mau, mungkin gue emang belom siap/ pantes buat ngalamin itu. Banyak banget rencana yang ada di otak gue, banyak hal-hal yang gue inginkan. Tapi inget juga, manusia boleh berencana tapi Tuhan yang berkehendak. Gue sih berdoa aja moga-moga apa yang gue rencanain ada juga di rencana-Nya. Kalo udah kayak gitu, ga ada hal yang ga mungkin terjadi kan? Gue yakin pasti akan ada saatnya nanti dimana gue akan mendapat semua yang terbaik buat gue.

SALAM!! =p

Sabtu, 22 Januari 2011

Somewhere Over The Rainbow

Somewhere over the rainbow
Way up high
There's a land that I heard of
Once, in a lullaby

Somewhere over the rainbow
Skies are blue
And the dreams that you dare to dream
Really do come true

Someday I'll wish upon a star
and wake up where the clouds are far behind me
When troubles melt like lemon drops
Away above the chimney tops
That's where you'll find me

Somewhere over the rainbow
Blue birds fly
Birds fly over the rainbow
Why, oh why can't I?



Belakangan sering dengerin + nyanyiin lagu ini. Dalam hidup, setiap orang pasti pernah ngalamin hal-hal yang ga diinginkan/ ga menyenangkan dan ga ngerti kenapa mereka harus ngalamin hal itu. Pasti tiap orang punya pertanyaan tentang hal itu, ga terkecuali gue. Sekarang-sekarang ini, banyak banget pertanyaan dalam otak gue, sampe berasa hampir penuh dan sumpek. Gue ga ngerti sama semua yang gue lakukan dan alamin, gue ga ngerti sama cara kerja Tuhan dalam hidup gue. Saat akhirnya gue mutusin untuk nanya langsung sama Dia, gue dapet jawabannya dari satu buku doa. Ternyata emang wajar kalo manusia bertanya-tanya tentang semua hal dalam kehidupan, dari pertanyaan sepele sampe yang jawabannya hampir ga bisa terjawab. Gue bilang hampir ga bisa terjawab bukan ga bakal kejawab, soalnya emang kita mesti yakin kalo semua yang terjadi di dunia ini pasti ada sebab-akibat, baik-buruk. Jadi, kalo ada banyak pertanyaan pasti ada jawaban dari semua hal dan semua jawaban itu bersumber dari Tuhan. Agak sulit dipercaya sih, gue sendiri personally masih berusaha untuk meyakini itu. Tapi dari apa yg gue alamin, kalo kita meluangkan waktu sedikit aja buat mikir dan bener-bener menghayati semua hal yang terjadi di sekitar kita, bahkan hal terkecil sekali pun, itu sebenernya terkandung jawaban dari pertanyaan yang selama ini kita pikirin.

Oh ya, satu lagi nasehat lain yang gue dapet di buku doa. Tuhan pasti akan selalu memberi jawaban atas segala pertanyaan-pertanyaan kita. Kalo sampe sekarang Tuhan belum ngasih jawaban, bukan berarti Tuhan ga mau menjawab. Mungkin belum waktunya Tuhan ngasih jawabannya, tapi tetep yakin dan percayalah pasti akan tiba saatnya. Bukankah Tuhan sendiri udah pernah bikin tanda perjanjian berwujud pelangi dengan Nuh waktu jamannya air bah?

So, I think there's gonna be beautiful things somewhere, over the rainbow :D

Sabtu, 18 Desember 2010

Sayangi Aku Apa Adanya - Sparx

Kucoba untuk melupakan
Saat ku sengaja kau sakiti
Jujur tak mungkin sanggup kupenuhi
Untuk berpisah

Hanya dirimu yang mampu
Membuatku utuh
Dan kuharap suatu saat nanti
Kita bersama lagi

(Tak ‘kan sirna)
Cinta kita tak ‘kan sirna
Biarlah kita terus mencinta tanpa memiliki
Cinta kita tak ‘kan sirna
Biarlah masa yang menyembuhkan luka hati
Di akhir nanti

Manusia tak ada yang sempurna
Kita berdua pun sama saja
Sayangi aku apa adanya
Jangan memaksa

Bukakanlah mata hatimu
Temukan lagi cinta itu
Cinta yang tiada pernah mempertanyakan
Ka’rna diriku ini masih sayang padamu (selalu apa adanya)

Sabtu, 17 Juli 2010

Tak Ada Gantinya - Ipang

Bagaimana ku bisa berpaling darimu
Sekian lama ku mencari separuh jiwaku
Ku mau menunggu, tak pernah berhenti
sampai suatu saat nanti kau kan menyadari

Ku ingin kau tahu takkan ada habisnya
Ku masih miliki cinta melebihi yang kau kira

Hanyalah senyummu yang menghapus rinduku
Telah lama tak ku jumpa, menghilang dariku
Akan kulakukan, asal kau kembali
Ku tak sanggup sendiri lebih lama lagi

Oh, ku ingin kau tahu takkan ada habisnya
Ku masih milikki cinta melebihi yang keu kira
Ku ingin kau tahu kau tetap di hatiku
Ada yang harus kau mengerti
Kau takkan ada gantinya

Yang aku inginkan hanyalah dirimu bersamaku selamanya
Bantu aku pergi dari
sepi yang ku rasa menyakitkan

Ku ingin kau tahu takkan ada habisnya
Ku masih miliki cinta melebihi yang kau kira
Ku ingin kau tahu kau tetap di hatiku
Ada yang harus kau mengerti
Kau takkan ada gantinya



Tiba-tiba aja tadi malem, sekitar jam 00.30, HP gue bunyi. Nama dan nomernya muncul di layar, Anggun mulai nyanyi lagu Deep Blue Sea-nya.

Malam sebelumnya dia juga nelpon, dan dia ngasih kabar kalo dia bakal pergi dalam waktu dekat. Waktu gue tanya kemana, dia bilang ke Jakarta, atau Batam, atau...Tokyo. Damn, kepala gue rasanya kayak abis diobrak-abrik, badan kayak abis digebukin. Ga tau kenapa rasanya gue sedih, padahal gue bukan siapa-siapanya dia. Gue cuma temen dia, itu aja. Mungkin bisa dibilang gue berlebihan atau apapun, tapi malam itu gue bener-bener merasa sedih dan ga enak banget, nyampur jadi satu. Satu hal yang langsung gue bilang sama dia, "Hahh, aku ditinggalin lagi deh. Selalu aja ada yang pergi ninggalin aku. Aku ga suka ditinggalin, tapi kenapa ditinggalin mulu ya? Dulu sama temen, sekarang sama kamu."

Kembali ke malam berikutnya, gue kembali denger suara dia. Tiba-tiba dia pengen gue denger sebuah lagu yang dinyanyiin Ipang. Dia bilang itu lagu terbarunya dan dia ga tau judulnya. Gue mengiyakan aja, soalnya gue emang suka lagu-lagunya Ipang. Pas diputer, ternyata lagu yang liriknya ada di atas. Jantung gue mencelos; gue emang suka lagu itu. Suka banget, musik dan liriknya. Ya Tuhan...

Dia emang salah ngira itu lagu terbarunya Ipang. Gue tau lagu itu udah lumayan lama.

Sebenernya gue emang lagi pengen digombalin. Tiap gue denger lagunya RAN - Karena Ku Suka Dirimu, gue pengen banget ada cowok yang nyanyiin liriknya buat gue.

Bukan berarti gue ga berterima kasih dan menghargai dia. Gue seneng kok dia muterin lagu Ipang sambil ikutan nyanyi, walaupun suaranya entah gimana caranya ga nyambung sama nada lagunya. Believe it or not, hal itu yang udah lama banget gue tunggu-tunggu dari dia. Lama banget gue pengen dia ngasih gue 1 lagu yang liriknya gue suka dan pas buat kami berdua. Gue bener-bener ga nyangka malam itu satu impian gue terwujud. Ga tau harus minta apa lagi. Saat gue bilang sama dia tentang hal itu, dia cuma bilang, "Aku tau kok jantung kamu pasti lagi deg-deg-an sekarang, aku tau kamu pasti suka. Aku udah mengenalmu, Maria."

Gue ga tau harus seneng atau sedih. Gue ga tau harus tersenyum bahagia atau menangis sedih. Kenapa dia melakukan itu semua di saat dia mau pergi? Senin besok keputusannya, apakah dia akan pergi dan kemana tujuannya. Yang jelas, dia berjanji akan menghabiskan 1 hari bersamaku sebelum dia pergi.

Dia sempat bertanya, apa yang aku inginkan darinya kalau dia pergi. Aku bilang tak berani berharap tinggi apapun darinya, aku hanya ingin apa yang dia inginkan dapat tercapai. Dia minta aku agar jangan nakal selama dia pergi. Parah? Tidak, bukan itu. Yang terparah justru dia minta agar aku menunggunya...

Dengan bersedih dan tak ingin kau pergi, berarti aku egois. Harusnya aku senang bersamamu karena akhirnya kau akan menjelang Surya hidupmu. Atau aku harus menangis gembira untuk kita? Ya, mungkin kamu memang takkan ada gantinya. Selamat :)

Selasa, 13 Juli 2010

Tentang Kehilangan

Beberapa hari yang lalu kulihat sebuah cerita di layar.
Entah mengapa rasanya aku ingin sekali membacanya,
tapi pada akhirnya aku tak mengerti maksudnya.

Kemarin aku mendengar sebuah cerita seorang teman.
Cerita tentang seorang sahabat yang baru saja kehilangan.
Tentu aku kaget, aku sedih
tapi aku juga merasa seperti habis dipukul dengan gada.
Perutku mual, dadaku sakit.

Sepanjang perjalanan, aku kembali melamun.
Ya, belakangan ini aku sering melamun saat sendiri.
Jadi, itu maksudnya...
Aku teringat sebuah nama yang juga telah hilang.

Lalu aku menitikkan air mata...

Aku memang tidak pernah mengenal tunanganmu.
Aku juga tidak pernah mendengar cerita apapun darimu.
Yang aku tahu memang banyak peristiwa yang terjadi dengan cepat.
Begitu cepat dan terlalu cepat hingga kita tak pernah siap untuk menerima, apalagi menghadapinya.

Tak harus kau cerita padaku.
Tak harus kau banyak bicara di depanku.
Tak perlu semua itu, aku tahu kau bukan orang seperti itu.
Yang ingin aku lakukan sekarang hanya memastikan kau baik-baik saja,
walaupun aku tahu kau pasti akan baik-baik saja.
Aku ingin kau tahu kalau aku juga pernah merasakan hal yang sama
Aku juga kehilangan, dan aku tahu seperti apa rasanya.
Aku ingin kau tahu...
Mereka tidak pergi, tidak pernah hilang.
Mereka selalu ada dan hidup dalam hati kita.



"Bagaimanapun hidup hanya cerita. Cerita tentang meninggalkan dan yang ditinggalkan...cinta"

Senin, 12 Juli 2010

I Remember (Cerita Di Balik Segelas Jus Sirsak)

Aku ingat mimpi-mimpiku bermalam-malam
Aku ingat sosok dan bayanganmu
aku masih ingat semua

Aku ingat pertama kali kita berkenalan
Aku ingat pertama kali kita bicara
Aku ingat pertama kali menyentuhmu

Aku ingat pertama kali kita makan siang berdua
Tempat, bahkan menunya
Kau nasi goreng kambing dan es teh manis, aku segelas jus sirsak
Aku ingat kau memandangku dengan aneh sambil bertanya apakah tidak lapar
Aku ingat hanya tersenyum padamu kalau aku bersikeras hanya ingin jus sirsak

Aku ingat pertama kali aku minta diantar ke
Kau tertawa, tapi tetap kau tepuk kursi belakang motormu
Aku ingat ekspresi itu
Matamu menyipit dibalik kacamata
Seyum lebar bibirmu yang membuka dan deretan gigi yang besar dan rapi
Aku masih ingat semua

Aku ingat pertama kali aku meminjam motormu
Kau tertawa, dahimu berkerut
bertanya memangnya aku bisa
Dengan bangga aku menunjukkan SIM padamu
Kau tertawa lagi, tapi tetap memberikan kuncinya padaku
tak peduli temanmu tertawa padamu
Aku masih ingat semua

Aku ingat suatu sore seusai kuliah
Kau mengantarku ke tempat bis yang belum muncul
Saat itu pertama kali kau menunggu bersamaku
padahal aku sudah memintamu untuk pulang
tapi kau tetap diam, menunggu bis hingga datang
Aku masih ingat canda tawa kita
tapi aku tak pernah tahu alasanmu bertindak demikian
sampai sekarang

Aku ingat saat kita mulai jauh
karena hal-hal yang sampai saat ini kusesali
Itulah saat pertama kali aku merasa berat
Kita tak pernah makan siang lagi
Kita tak pernah tertawa bersama lagi
Aku masih ingat semua

Aku ingat sebuah pesan singkat yang membuatku merasa terpukul
Kau tak tahu waktu itu aku merasa seperti bermimpi
mimpi buruk yang merayap ke alam nyata
Aku ingin melihatmu, tapi ternyata tak bisa...
Aku ingat, aku masih ingat semua

Aku masih ingat hari-hari berikutnya
Saat seseorang mengabarkan kau tiada
Langit rasanya runtuh menimpaku
Aku tak tahu benar dan salah
sakit dan sedih
Aku tak tahu harus menangis atau bersyukur
Sampai sekarang aku bertanya...
"Kenapa?"

Tak ada lagi canda tawa berdua
Tak ada lagi makan siang bersama
Tak ada lagi kamu

Aku masih ingat
Saat pertama kali melihatmu
Saat pertama kali tertawa bersamamu
Saat pertama kali berbagi denganmu
Saat pertama kali aku menjauh darimu
Saat akhirnya aku jatuh hati dan menitipkannya padamu
Kau pergi...

"Bagaikan ombak di pantai, bergulung besar di tengah samudra, mengecil ke tepian hingga akhirnya tak tampak lagi. Ombak tidak hilang, ia hanya kembali menjadi bentuk dan sifat alamiahnya, menjadi tetes-tetes air laut di samudra, dan suatu saat akan kembali menjadi ombak yang berlarian menuju bibir pantai."

Rabu, 23 Juni 2010

Liburan! Eh, ngapain ya? o_o

Hai-hai!!
*inhale-exhale*
Kerasa ga ada aura-aura yang rada beda gimanaaaaa gitu? hihihihihi

Yap, akhirnya selesai juga penderitaan semester 4 dan *eng-ing-eng* WELCOME HOLIDAY!! :D

Selesai ujian hari Jumat kemaren, berarti saatnya waktu untuk napas sebentar dimulai. Sebentar? Ya, sebentar. Soalnya tahun ini gue rencana buat ikut SP yang pertama kalinya, hahahahahahah *nyombong* *digaplok* :p

Sebenernya gue ga langsung total berhenti aktivitas sih, Senin sana Selasa kemaren gue ke kampus bersama 20 teman lainnya, didampingi Kang Gimmy, Mbak Yanti, Bang Jeki, Teh Laila, Mba Kus, dan kita semua makan-makan bersama selama 2 hari. Ga deng..terlibat acara pelatihan di kampus kok, hehehe (tapi emang bener juga kita makan-makan bareng selama 2 hari :p)

Dan akhirnya!!

Kalo ada yang mikir gue akhirnya bisa bebas sebebas-bebasnya dan sesenang-senangnya menghadapi liburan...wait... you're wrong! TETOOOOOOT!!

Gue emang seneng sih terbebas dari tugas, tapi gue males banget sama liburan. Bukannya gue ga nyaman sama suasana rumah, tapi gue ga betah aja sama keadaan dimana gue ga bisa ngapa-ngapain dan g tau mau ngapa-ngapain.

(SP woy, SP!) Oh iya ya, kan gue mau ikutan SP. Kemaren pas di kampus dikasih tau, "Yang ada SP tuh Kuliahnya Bang Hatta, Bag Amir, Statistik 1, IP, blablabla...(gue ga inget lagi)"
"Filman filman, ada ga?" kata temen-temen yang lain.
"Belom tau tuh."
*wadezig!*

Yahh, beneran deh ga ada kerjaan banget liburan ini. Eh, gue kan udah daftar Prabu, tapi kapan ya mulai latihan-latihannya? Trus gue nunggu mulai latihannya ngapain dong? Boseeeeeeenn...

Sejak kapan ya gue jadi ga betah kalo nganggur? Hmm, kayaknya sih sejak gue denger cerita temen-temen gue yang pada ikutan macem-macem kegiatan di kampus kali ya. Gue jadi pengen ikutan juga, trus sejak sekali ikut kegiatan kok rasanya pengen lagi-lagi-lagi ya? (emang narkoba apa?!)

Pas gue pikir-pikir lagi, gue pengen nyoba magang deh liburan ini. Abisnya belom jelas sih kapan masuk lagi, filman ada SP-nya aja juga belom jelas. Gue ga mau liburan ini dihabiin cuma buang-buang duit seperti yang dilakukan beberapa orang (gue ogah nyebut nama, ga perlu juga kayaknya). Gue ga suka aja ngabisin duit cuma buat hura-hura sesaat (kayak itu duit mereka sendiri aja, padahal kan duit emak-bapaknye. ih...). Gue lebih suka mengeluarkan duit yang gue usahain sendiri buat beli sesuatu yang emang lagi bener-bener gue pengen atau gue butuhin. Gue ga muna, gue emang ga berkecukupan kayak segelintir orang di luar sana yang tinggal ngomong terus dapet tanpa usaha keras sendiri (segelintir soalya lebih banyak orang yang hidup di dan di bawah garis kemiskinan). So, here I go mau cari-cari pengalaman kerja magang. Sapa tau emang dapet bayaran yang, walaupun dikit, paling ga bisa gue kumpulin dikit-dikit buat beli sesuatu. MARIIIIIII.... ;)

Sabtu, 05 Juni 2010

Mirip! Hahahahaha

Baru-baru ini, gue kepikiran sama satu hal. Gue pengen tau, kebanyakan cowok jaman sekarang pengen cepet2 nikah ya?

Hahahahaha, mungkin emang agak aneh sih gue mikir kayak gitu (kapan coba pikiran gue ga aneh?). Tapi, bukan tanpa alasan lho gue sampe kepikiran. Kemaren ada temen gue (cowok) bilang kalo dia pengen cepet-cepet lulus, kerja, terus nikah. Bukannya gue ga menghargai cita-cita temen gue, kebanyakan orang juga pasti pengennya gitu kan? Gue juga pengen kok cepet lulus, kerja, dan suatu hari membangun keluarga. Tapi kan, WOW, tunggu dulu! kenapa kata-kata temen gue mengingatkan gue pada seseorang ya?

Waktu itu juga pernah ada yang bilang ke gue kalo dia pengen cepet-cepet lulus, kerja, terus nikah. Hal yang ga bisa gue lupa dia juga minta gue cepetan lulus dan...yah, gitu deh (masalahnya gue ga mau ke-GR-an juga, hehe. Tapi itu yang bikin gue jadi bertanya-tanya, apa bener cowok-cowok sekarang udah siap bikin keluarga? Gue pribadi sih ragu banget, soalnya kan harus tau dulu dong si ceweknya udah siap apa ngga. Mungkin pacar temen gue emang udah siap, tapi kalo gue sih boro-boro mikirin nikah, tugas kuliah aja bejibun bener! haduuuuuuhh...

Tetep aja gue masih penasaran sama pola pikir para pemuda jaman sekarang. Gue sih berharapnya mereka ga cuma siap untuk membentuk keluarga, tapi juga siap nanggung segala konsekuensi, tanggung jawab, serta mempertahankan apa yang udah dibentuk, jangan mau yang 'manis-manis'nya aja (ceileeee, bahasa gue cing!!). Malah kalo kata infotainment tentang perceraian artis-artis "Hanya pandai menebar pesona, tapi tidak bisa memelihara ikatan." Kocak banget dah, hahahahaha...

Jadi, kesimpulannya....mirip kan? ;)

Rabu, 02 Juni 2010

Do I Know You?

Baru-baru ini gue bikin keputusan untuk ga mau nunggu lagi, untuk alasan apapun, terutama gue udah capek aja nunggu dia terus. Dua kali gue ngasih kesempatan buat dia perbaiki diri dan sikap, dua kali juga dia melakukan kesalahan yang sama dengan nyuekin gue dan ga ngasih kabar apapun dengan alasan yang cukup aneh. Gue heran aja sama orang yang bisa-bisanya berkali-kali melakukan kebodohan dengan handphone-nya. Kecebur di bak mandi sampe ga bisa nyala lah, ketinggalan di rumah pas ke luar kota lah. Whatever, intinya gue ngerasa aneh aja sama alesan-alesan yang dia kasih. Lagian, ngapain juga pipis di kamar mandi rumah sambil bawa-bawa handphone? Terus, bisa-bisanya tuh handphone nyemplung ke bak mandi, emang ga bisa dikantongin aja ato ditinggal sebentar di kamar? Kayak sibuk banget sampe harus dibawa-bawa pipis...Ga ada kerjaan banget.

Sebenernya gue masih sempet nelpon dia selama beberapa hari, tapi ga diangkat (katanya ketinggalan di rumah waktu pergi ke Bekasi). Atas saran dari Yang-Mulia-Ratu-Alay-Sejagad-Yang-Takkan-Tergantikan, yang bilang kalo jadi cewek jangan terkesan murah dan cowok biasanya penasaran sama cewek yang belagak sok cuek-jual-mahal, alhasil gue berhasil ga nelpon dia selama seminggu. Rekor besar tentunya, apalagi tangan gue suka gatel pengen mencet tombol ngehubungin dia, bahkan saat gue lagi tidur sekalipun!

Balik lagi ke alur cerita, jadi gue udah ga ngomong sama dia selama 2 minggu. Yang gue rasain justru ga seburuk yang gue bayangin. Gue ngerasa baik-baik aja, ga kekurangan atau kehilangan apapun (kalo kata buku percintaan yang pernah gue baca, artinya gue udah ga punya perasaan apa-apa lagi sama dia). Gue malah merasa jadi lebih baik, lebih seger, lebih ringan karena ga mikirin semua hal yang ada kaitannya dengan dia. Lagian, life must go on kan? With or without him.

Dan, tibalah hari itu. Tengah malem (28 Mei) sekitar jam 1, tiba-tiba handphone gue bunyi. Ringtone-nya sengaja gue set beda buat dia (Jojo - Too Little Too Late :p) biar langsung tau kalo dia nelpon gue. Dan ternyata itu emang dia. Setelah Jojo ber ah-uh di intro, langsung gue angkat, abis takut orang lain pada bangun. Pas denger suaranya, gue merinding.

Yap, merinding sejadi-jadinya. Bukan karena jantung gue dag-dig-dug atau dia nakut-nakutin (lagian gue juga bukan penakut), tapi karena gue merasa asing aja sama suaranya. Mungkin karena udah lama ga denger suaranya, tapi entah kenapa gue mikir "Kok rasanya aku ga kenal. Ini siapa sih yang lagi ngomong?"
Saat itu gue ngerasa ga tau mesti ngomong apa, akhirnya gue jadi nanyain kerjaannya dia aja deh. And, guess what? Dia ga nanya kabar gue. Haha, how tragic, but seriously, dia ga nanya kabar gue atau apapun tentang gue. Bukannya gue ngarep dia nanya, tapi harusnya tau kan gimana tata krama dalam berbicara di telepon?

Dari malam itu, sejak dia nelpon gue, gue tiba-tiba kepikiran "Jangan-jangan dia juga termasuk orang yang self-oriented, ga tertarik ngomongin hal-hal lain kecuali yang ada kaitannya langsung sama dirinya sendiri. Kenapa gue baru tau sekarang?"
Tapi, thank God gue sekarang udah tau, paling ga belom telat-telat banget kan? Gue jadi makin sadar kalo gue belom mengenalnya secara utuh, baru sedikit banget hal yang gue tahu tentang dia dan hidupnya. Bedanya sama dulu, gue sekarang ga tertarik untuk mencari tahu ttentang dirinya, ga tau kenapa. Mungkin gara-gara gue lagi sibuk sama tugas-tugas segunung, jadi gue males nambah-nambahin beban pikiran. Mungkin juga gue udah males sama dia, yang udah 2 kali melakukan kesalahan yang sama. Jujur, gue ga bisa punya "teman dekat" yang ga punya waktu buat gue, yang ga bisa berkorban unutk gue, yang ga bisa memberikan seluruh dunianya buat gue. Klise ya, tapi itulah gue. Egois. Dan yahh, kayaknya dia juga belom mengenal banget diri gue (walaupun selama ini dia selalu tepat nebak emosi gue). Bisa dibilang, dia agak sedikit suka sok tahu (ergh, I hate that!)

Dan begitulah, sekarang gue merasa asing sama pacar gue sendiri. Lupakan istilah pacar, gue ga punya pacar kok. Titik. Gue masih menanti seorang cowok yang ga cuma menerima gue apa adanya, tapi juga mengerti dan memahami keadaan gue, fisik dan mental. Gue yakin bakal tiba saatnya dan dateng orangnya yang paling tepat. Dan selama mengunggu, kenapa ga coba mensyukuri apa yang udah didapat dan melanjutkan hidup aja? Warung jajanan pinggir jalan banyak yang jual cemilan enak lho... :)

Rabu, 19 Mei 2010

my little wish

Tuhan, rasanya banyak beban yang lagi saya bawa-bawa beberapa hari ini. Sebenernya saya juga ga tau, apa penyebabnya belakangan ini saya jadi kurang senyum dan lebih pengen sendirian terus. Saya sedih, Tuhan, tapi saya ga tau apa yang bikin saya sedih. Rasanya saya pengen nangis aja, sendirian..

Tuhan, saya cuma ingin dia punya waktu sedikit aja buat saya. Dia emang lagi sibuk, dan saya tau saya egois kalo saya nuntut dia harus ada di samping saya sekarang hanya untuk tempat saya bersandar sebentar. Harusnya saya hanya menjadikan Kau sebagai sandaran dan tumpuan hidup, tapi saya ga bisa membohongi hati saya kalo saya juga membutuhkan kehadiran dia.

Saya percaya, Engkau Mahatahu dan Maha Mengerti apa yang sedang saya hadapi dan rasakan saat ini. Saya mohon Tuhan menguatkan hati saya agar ga cengeng, melihat permasalahan dari sudut pandang lain secara logis, dan ajarlah saya untuk lebih mensyukuri apa yang telah saya dapatkan, bukan menyesali apa yang tidak saya miliki.


Tuhan..Tuhan..Tuhan, saya butuh bimbingan dan arahanMu. Tolong, Tuhan...