"aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api
yang menjadikannya abu…"
"aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada…"
-by Sapardi Djoko Damono-
Silakan membaca, dan kalian akan tahu kalo saya sebenernya cuma manusia biasa-biasa aja :D
Tampilkan postingan dengan label poems. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poems. Tampilkan semua postingan
Rabu, 28 September 2011
Aku Ingin Mencintaimu dengan Sederhana
Minggu, 12 Desember 2010
Lembayung Bali (sebuah lagu untuk sahabat)
Menatap lembayung di langit Bali
Dan kusadari
betapa berharga kenanganmu
Di kala jiwaku tak berbatas
Bebas berandai mengulang waktu...
Hingga masih bisa kuraih dirimu
Sosok yang mengisi kehampaan kalbuku
Bilakah diriku berucap maaf
masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu
Oh, Cinta...
Teman yang terhanyut arus waktu
mekar mendewasa
Masih kusimpan suara tawa kita
Kembalilah sahabat lawasku
Semarakkan keheningan lubuk
Hingga masih bisa kurangkul kalian
Sosok yang mengaliri cawan hidupku
Bilakah kita menangis bersama
Tegar melawan tempaan
Semangatmu itu
oh, Jingga...
Hingga masih bisa kujangkau Cahaya
Senyum yang menyalakan hasrat hidupku
Bilakah kuhentikan pasir waktu
Tak terbangun dari khayal keajaiban ini
oh mimpi...
Andai ada satu cara
tuk menatap kembali agung Suryamu
Lembayung Bali
untuk seorang sahabat yang telah pergi kembali kepada Sang Empunya Kehidupan
7 Desember 2008 - 7 Desember 2010
Dan kusadari
betapa berharga kenanganmu
Di kala jiwaku tak berbatas
Bebas berandai mengulang waktu...
Hingga masih bisa kuraih dirimu
Sosok yang mengisi kehampaan kalbuku
Bilakah diriku berucap maaf
masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu
Oh, Cinta...
Teman yang terhanyut arus waktu
mekar mendewasa
Masih kusimpan suara tawa kita
Kembalilah sahabat lawasku
Semarakkan keheningan lubuk
Hingga masih bisa kurangkul kalian
Sosok yang mengaliri cawan hidupku
Bilakah kita menangis bersama
Tegar melawan tempaan
Semangatmu itu
oh, Jingga...
Hingga masih bisa kujangkau Cahaya
Senyum yang menyalakan hasrat hidupku
Bilakah kuhentikan pasir waktu
Tak terbangun dari khayal keajaiban ini
oh mimpi...
Andai ada satu cara
tuk menatap kembali agung Suryamu
Lembayung Bali
untuk seorang sahabat yang telah pergi kembali kepada Sang Empunya Kehidupan
7 Desember 2008 - 7 Desember 2010
Selasa, 14 September 2010
Guilty: It's Too Hard to Say Goodbye
Maaf...
Atas semua yg telah aku lakukan,
yang belum aku lakukan,
yang tidak pernah dan tak sempat aku lakukan untukmu.
Terlalu cepat kita berjumpa,
terlalu singkat aku mengenalmu,
dan terlalu cepat Tuhan memanggilmu
kembali dalam pelukan sayapNya
bahkan di saat aku belum tahu
siapa dirimu
Maaf
karena aku mencintaimu...
Sabtu, 17 Juli 2010
Tak Ada Gantinya - Ipang
Bagaimana ku bisa berpaling darimu
Sekian lama ku mencari separuh jiwaku
Ku mau menunggu, tak pernah berhenti
sampai suatu saat nanti kau kan menyadari
Ku ingin kau tahu takkan ada habisnya
Ku masih miliki cinta melebihi yang kau kira
Hanyalah senyummu yang menghapus rinduku
Telah lama tak ku jumpa, menghilang dariku
Akan kulakukan, asal kau kembali
Ku tak sanggup sendiri lebih lama lagi
Oh, ku ingin kau tahu takkan ada habisnya
Ku masih milikki cinta melebihi yang keu kira
Ku ingin kau tahu kau tetap di hatiku
Ada yang harus kau mengerti
Kau takkan ada gantinya
Yang aku inginkan hanyalah dirimu bersamaku selamanya
Bantu aku pergi dari
sepi yang ku rasa menyakitkan
Ku ingin kau tahu takkan ada habisnya
Ku masih miliki cinta melebihi yang kau kira
Ku ingin kau tahu kau tetap di hatiku
Ada yang harus kau mengerti
Kau takkan ada gantinya
Tiba-tiba aja tadi malem, sekitar jam 00.30, HP gue bunyi. Nama dan nomernya muncul di layar, Anggun mulai nyanyi lagu Deep Blue Sea-nya.
Malam sebelumnya dia juga nelpon, dan dia ngasih kabar kalo dia bakal pergi dalam waktu dekat. Waktu gue tanya kemana, dia bilang ke Jakarta, atau Batam, atau...Tokyo. Damn, kepala gue rasanya kayak abis diobrak-abrik, badan kayak abis digebukin. Ga tau kenapa rasanya gue sedih, padahal gue bukan siapa-siapanya dia. Gue cuma temen dia, itu aja. Mungkin bisa dibilang gue berlebihan atau apapun, tapi malam itu gue bener-bener merasa sedih dan ga enak banget, nyampur jadi satu. Satu hal yang langsung gue bilang sama dia, "Hahh, aku ditinggalin lagi deh. Selalu aja ada yang pergi ninggalin aku. Aku ga suka ditinggalin, tapi kenapa ditinggalin mulu ya? Dulu sama temen, sekarang sama kamu."
Kembali ke malam berikutnya, gue kembali denger suara dia. Tiba-tiba dia pengen gue denger sebuah lagu yang dinyanyiin Ipang. Dia bilang itu lagu terbarunya dan dia ga tau judulnya. Gue mengiyakan aja, soalnya gue emang suka lagu-lagunya Ipang. Pas diputer, ternyata lagu yang liriknya ada di atas. Jantung gue mencelos; gue emang suka lagu itu. Suka banget, musik dan liriknya. Ya Tuhan...
Dia emang salah ngira itu lagu terbarunya Ipang. Gue tau lagu itu udah lumayan lama.
Sebenernya gue emang lagi pengen digombalin. Tiap gue denger lagunya RAN - Karena Ku Suka Dirimu, gue pengen banget ada cowok yang nyanyiin liriknya buat gue.
Bukan berarti gue ga berterima kasih dan menghargai dia. Gue seneng kok dia muterin lagu Ipang sambil ikutan nyanyi, walaupun suaranya entah gimana caranya ga nyambung sama nada lagunya. Believe it or not, hal itu yang udah lama banget gue tunggu-tunggu dari dia. Lama banget gue pengen dia ngasih gue 1 lagu yang liriknya gue suka dan pas buat kami berdua. Gue bener-bener ga nyangka malam itu satu impian gue terwujud. Ga tau harus minta apa lagi. Saat gue bilang sama dia tentang hal itu, dia cuma bilang, "Aku tau kok jantung kamu pasti lagi deg-deg-an sekarang, aku tau kamu pasti suka. Aku udah mengenalmu, Maria."
Gue ga tau harus seneng atau sedih. Gue ga tau harus tersenyum bahagia atau menangis sedih. Kenapa dia melakukan itu semua di saat dia mau pergi? Senin besok keputusannya, apakah dia akan pergi dan kemana tujuannya. Yang jelas, dia berjanji akan menghabiskan 1 hari bersamaku sebelum dia pergi.
Dia sempat bertanya, apa yang aku inginkan darinya kalau dia pergi. Aku bilang tak berani berharap tinggi apapun darinya, aku hanya ingin apa yang dia inginkan dapat tercapai. Dia minta aku agar jangan nakal selama dia pergi. Parah? Tidak, bukan itu. Yang terparah justru dia minta agar aku menunggunya...
Dengan bersedih dan tak ingin kau pergi, berarti aku egois. Harusnya aku senang bersamamu karena akhirnya kau akan menjelang Surya hidupmu. Atau aku harus menangis gembira untuk kita? Ya, mungkin kamu memang takkan ada gantinya. Selamat :)
Sekian lama ku mencari separuh jiwaku
Ku mau menunggu, tak pernah berhenti
sampai suatu saat nanti kau kan menyadari
Ku ingin kau tahu takkan ada habisnya
Ku masih miliki cinta melebihi yang kau kira
Hanyalah senyummu yang menghapus rinduku
Telah lama tak ku jumpa, menghilang dariku
Akan kulakukan, asal kau kembali
Ku tak sanggup sendiri lebih lama lagi
Oh, ku ingin kau tahu takkan ada habisnya
Ku masih milikki cinta melebihi yang keu kira
Ku ingin kau tahu kau tetap di hatiku
Ada yang harus kau mengerti
Kau takkan ada gantinya
Yang aku inginkan hanyalah dirimu bersamaku selamanya
Bantu aku pergi dari
sepi yang ku rasa menyakitkan
Ku ingin kau tahu takkan ada habisnya
Ku masih miliki cinta melebihi yang kau kira
Ku ingin kau tahu kau tetap di hatiku
Ada yang harus kau mengerti
Kau takkan ada gantinya
Tiba-tiba aja tadi malem, sekitar jam 00.30, HP gue bunyi. Nama dan nomernya muncul di layar, Anggun mulai nyanyi lagu Deep Blue Sea-nya.
Malam sebelumnya dia juga nelpon, dan dia ngasih kabar kalo dia bakal pergi dalam waktu dekat. Waktu gue tanya kemana, dia bilang ke Jakarta, atau Batam, atau...Tokyo. Damn, kepala gue rasanya kayak abis diobrak-abrik, badan kayak abis digebukin. Ga tau kenapa rasanya gue sedih, padahal gue bukan siapa-siapanya dia. Gue cuma temen dia, itu aja. Mungkin bisa dibilang gue berlebihan atau apapun, tapi malam itu gue bener-bener merasa sedih dan ga enak banget, nyampur jadi satu. Satu hal yang langsung gue bilang sama dia, "Hahh, aku ditinggalin lagi deh. Selalu aja ada yang pergi ninggalin aku. Aku ga suka ditinggalin, tapi kenapa ditinggalin mulu ya? Dulu sama temen, sekarang sama kamu."
Kembali ke malam berikutnya, gue kembali denger suara dia. Tiba-tiba dia pengen gue denger sebuah lagu yang dinyanyiin Ipang. Dia bilang itu lagu terbarunya dan dia ga tau judulnya. Gue mengiyakan aja, soalnya gue emang suka lagu-lagunya Ipang. Pas diputer, ternyata lagu yang liriknya ada di atas. Jantung gue mencelos; gue emang suka lagu itu. Suka banget, musik dan liriknya. Ya Tuhan...
Dia emang salah ngira itu lagu terbarunya Ipang. Gue tau lagu itu udah lumayan lama.
Sebenernya gue emang lagi pengen digombalin. Tiap gue denger lagunya RAN - Karena Ku Suka Dirimu, gue pengen banget ada cowok yang nyanyiin liriknya buat gue.
Bukan berarti gue ga berterima kasih dan menghargai dia. Gue seneng kok dia muterin lagu Ipang sambil ikutan nyanyi, walaupun suaranya entah gimana caranya ga nyambung sama nada lagunya. Believe it or not, hal itu yang udah lama banget gue tunggu-tunggu dari dia. Lama banget gue pengen dia ngasih gue 1 lagu yang liriknya gue suka dan pas buat kami berdua. Gue bener-bener ga nyangka malam itu satu impian gue terwujud. Ga tau harus minta apa lagi. Saat gue bilang sama dia tentang hal itu, dia cuma bilang, "Aku tau kok jantung kamu pasti lagi deg-deg-an sekarang, aku tau kamu pasti suka. Aku udah mengenalmu, Maria."
Gue ga tau harus seneng atau sedih. Gue ga tau harus tersenyum bahagia atau menangis sedih. Kenapa dia melakukan itu semua di saat dia mau pergi? Senin besok keputusannya, apakah dia akan pergi dan kemana tujuannya. Yang jelas, dia berjanji akan menghabiskan 1 hari bersamaku sebelum dia pergi.
Dia sempat bertanya, apa yang aku inginkan darinya kalau dia pergi. Aku bilang tak berani berharap tinggi apapun darinya, aku hanya ingin apa yang dia inginkan dapat tercapai. Dia minta aku agar jangan nakal selama dia pergi. Parah? Tidak, bukan itu. Yang terparah justru dia minta agar aku menunggunya...
Dengan bersedih dan tak ingin kau pergi, berarti aku egois. Harusnya aku senang bersamamu karena akhirnya kau akan menjelang Surya hidupmu. Atau aku harus menangis gembira untuk kita? Ya, mungkin kamu memang takkan ada gantinya. Selamat :)
Selasa, 13 Juli 2010
Tentang Kehilangan
Beberapa hari yang lalu kulihat sebuah cerita di layar.
Entah mengapa rasanya aku ingin sekali membacanya,
tapi pada akhirnya aku tak mengerti maksudnya.
Kemarin aku mendengar sebuah cerita seorang teman.
Cerita tentang seorang sahabat yang baru saja kehilangan.
Tentu aku kaget, aku sedih
tapi aku juga merasa seperti habis dipukul dengan gada.
Perutku mual, dadaku sakit.
Sepanjang perjalanan, aku kembali melamun.
Ya, belakangan ini aku sering melamun saat sendiri.
Jadi, itu maksudnya...
Aku teringat sebuah nama yang juga telah hilang.
Lalu aku menitikkan air mata...
Aku memang tidak pernah mengenal tunanganmu.
Aku juga tidak pernah mendengar cerita apapun darimu.
Yang aku tahu memang banyak peristiwa yang terjadi dengan cepat.
Begitu cepat dan terlalu cepat hingga kita tak pernah siap untuk menerima, apalagi menghadapinya.
Tak harus kau cerita padaku.
Tak harus kau banyak bicara di depanku.
Tak perlu semua itu, aku tahu kau bukan orang seperti itu.
Yang ingin aku lakukan sekarang hanya memastikan kau baik-baik saja,
walaupun aku tahu kau pasti akan baik-baik saja.
Aku ingin kau tahu kalau aku juga pernah merasakan hal yang sama
Aku juga kehilangan, dan aku tahu seperti apa rasanya.
Aku ingin kau tahu...
Mereka tidak pergi, tidak pernah hilang.
Mereka selalu ada dan hidup dalam hati kita.
"Bagaimanapun hidup hanya cerita. Cerita tentang meninggalkan dan yang ditinggalkan...cinta"
Entah mengapa rasanya aku ingin sekali membacanya,
tapi pada akhirnya aku tak mengerti maksudnya.
Kemarin aku mendengar sebuah cerita seorang teman.
Cerita tentang seorang sahabat yang baru saja kehilangan.
Tentu aku kaget, aku sedih
tapi aku juga merasa seperti habis dipukul dengan gada.
Perutku mual, dadaku sakit.
Sepanjang perjalanan, aku kembali melamun.
Ya, belakangan ini aku sering melamun saat sendiri.
Jadi, itu maksudnya...
Aku teringat sebuah nama yang juga telah hilang.
Lalu aku menitikkan air mata...
Aku memang tidak pernah mengenal tunanganmu.
Aku juga tidak pernah mendengar cerita apapun darimu.
Yang aku tahu memang banyak peristiwa yang terjadi dengan cepat.
Begitu cepat dan terlalu cepat hingga kita tak pernah siap untuk menerima, apalagi menghadapinya.
Tak harus kau cerita padaku.
Tak harus kau banyak bicara di depanku.
Tak perlu semua itu, aku tahu kau bukan orang seperti itu.
Yang ingin aku lakukan sekarang hanya memastikan kau baik-baik saja,
walaupun aku tahu kau pasti akan baik-baik saja.
Aku ingin kau tahu kalau aku juga pernah merasakan hal yang sama
Aku juga kehilangan, dan aku tahu seperti apa rasanya.
Aku ingin kau tahu...
Mereka tidak pergi, tidak pernah hilang.
Mereka selalu ada dan hidup dalam hati kita.
"Bagaimanapun hidup hanya cerita. Cerita tentang meninggalkan dan yang ditinggalkan...cinta"
Senin, 12 Juli 2010
I Remember (Cerita Di Balik Segelas Jus Sirsak)
Aku ingat mimpi-mimpiku bermalam-malam
Aku ingat sosok dan bayanganmu
aku masih ingat semua
Aku ingat pertama kali kita berkenalan
Aku ingat pertama kali kita bicara
Aku ingat pertama kali menyentuhmu
Aku ingat pertama kali kita makan siang berdua
Tempat, bahkan menunya
Kau nasi goreng kambing dan es teh manis, aku segelas jus sirsak
Aku ingat kau memandangku dengan aneh sambil bertanya apakah tidak lapar
Aku ingat hanya tersenyum padamu kalau aku bersikeras hanya ingin jus sirsak
Aku ingat pertama kali aku minta diantar ke
Kau tertawa, tapi tetap kau tepuk kursi belakang motormu
Aku ingat ekspresi itu
Matamu menyipit dibalik kacamata
Seyum lebar bibirmu yang membuka dan deretan gigi yang besar dan rapi
Aku masih ingat semua
Aku ingat pertama kali aku meminjam motormu
Kau tertawa, dahimu berkerut
bertanya memangnya aku bisa
Dengan bangga aku menunjukkan SIM padamu
Kau tertawa lagi, tapi tetap memberikan kuncinya padaku
tak peduli temanmu tertawa padamu
Aku masih ingat semua
Aku ingat suatu sore seusai kuliah
Kau mengantarku ke tempat bis yang belum muncul
Saat itu pertama kali kau menunggu bersamaku
padahal aku sudah memintamu untuk pulang
tapi kau tetap diam, menunggu bis hingga datang
Aku masih ingat canda tawa kita
tapi aku tak pernah tahu alasanmu bertindak demikian
sampai sekarang
Aku ingat saat kita mulai jauh
karena hal-hal yang sampai saat ini kusesali
Itulah saat pertama kali aku merasa berat
Kita tak pernah makan siang lagi
Kita tak pernah tertawa bersama lagi
Aku masih ingat semua
Aku ingat sebuah pesan singkat yang membuatku merasa terpukul
Kau tak tahu waktu itu aku merasa seperti bermimpi
mimpi buruk yang merayap ke alam nyata
Aku ingin melihatmu, tapi ternyata tak bisa...
Aku ingat, aku masih ingat semua
Aku masih ingat hari-hari berikutnya
Saat seseorang mengabarkan kau tiada
Langit rasanya runtuh menimpaku
Aku tak tahu benar dan salah
sakit dan sedih
Aku tak tahu harus menangis atau bersyukur
Sampai sekarang aku bertanya...
"Kenapa?"
Tak ada lagi canda tawa berdua
Tak ada lagi makan siang bersama
Tak ada lagi kamu
Aku masih ingat
Saat pertama kali melihatmu
Saat pertama kali tertawa bersamamu
Saat pertama kali berbagi denganmu
Saat pertama kali aku menjauh darimu
Saat akhirnya aku jatuh hati dan menitipkannya padamu
Kau pergi...
"Bagaikan ombak di pantai, bergulung besar di tengah samudra, mengecil ke tepian hingga akhirnya tak tampak lagi. Ombak tidak hilang, ia hanya kembali menjadi bentuk dan sifat alamiahnya, menjadi tetes-tetes air laut di samudra, dan suatu saat akan kembali menjadi ombak yang berlarian menuju bibir pantai."
Aku ingat sosok dan bayanganmu
aku masih ingat semua
Aku ingat pertama kali kita berkenalan
Aku ingat pertama kali kita bicara
Aku ingat pertama kali menyentuhmu
Aku ingat pertama kali kita makan siang berdua
Tempat, bahkan menunya
Kau nasi goreng kambing dan es teh manis, aku segelas jus sirsak
Aku ingat kau memandangku dengan aneh sambil bertanya apakah tidak lapar
Aku ingat hanya tersenyum padamu kalau aku bersikeras hanya ingin jus sirsak
Aku ingat pertama kali aku minta diantar ke
Kau tertawa, tapi tetap kau tepuk kursi belakang motormu
Aku ingat ekspresi itu
Matamu menyipit dibalik kacamata
Seyum lebar bibirmu yang membuka dan deretan gigi yang besar dan rapi
Aku masih ingat semua
Aku ingat pertama kali aku meminjam motormu
Kau tertawa, dahimu berkerut
bertanya memangnya aku bisa
Dengan bangga aku menunjukkan SIM padamu
Kau tertawa lagi, tapi tetap memberikan kuncinya padaku
tak peduli temanmu tertawa padamu
Aku masih ingat semua
Aku ingat suatu sore seusai kuliah
Kau mengantarku ke tempat bis yang belum muncul
Saat itu pertama kali kau menunggu bersamaku
padahal aku sudah memintamu untuk pulang
tapi kau tetap diam, menunggu bis hingga datang
Aku masih ingat canda tawa kita
tapi aku tak pernah tahu alasanmu bertindak demikian
sampai sekarang
Aku ingat saat kita mulai jauh
karena hal-hal yang sampai saat ini kusesali
Itulah saat pertama kali aku merasa berat
Kita tak pernah makan siang lagi
Kita tak pernah tertawa bersama lagi
Aku masih ingat semua
Aku ingat sebuah pesan singkat yang membuatku merasa terpukul
Kau tak tahu waktu itu aku merasa seperti bermimpi
mimpi buruk yang merayap ke alam nyata
Aku ingin melihatmu, tapi ternyata tak bisa...
Aku ingat, aku masih ingat semua
Aku masih ingat hari-hari berikutnya
Saat seseorang mengabarkan kau tiada
Langit rasanya runtuh menimpaku
Aku tak tahu benar dan salah
sakit dan sedih
Aku tak tahu harus menangis atau bersyukur
Sampai sekarang aku bertanya...
"Kenapa?"
Tak ada lagi canda tawa berdua
Tak ada lagi makan siang bersama
Tak ada lagi kamu
Aku masih ingat
Saat pertama kali melihatmu
Saat pertama kali tertawa bersamamu
Saat pertama kali berbagi denganmu
Saat pertama kali aku menjauh darimu
Saat akhirnya aku jatuh hati dan menitipkannya padamu
Kau pergi...
"Bagaikan ombak di pantai, bergulung besar di tengah samudra, mengecil ke tepian hingga akhirnya tak tampak lagi. Ombak tidak hilang, ia hanya kembali menjadi bentuk dan sifat alamiahnya, menjadi tetes-tetes air laut di samudra, dan suatu saat akan kembali menjadi ombak yang berlarian menuju bibir pantai."
Jumat, 25 Juni 2010
Real or Just Illusion?
Kamu...
Kamu hilang
selalu hilang.
Dulu kamu datang begitu saja
tiba-tiba
Kini
Kamu pun hilang dalam sekejap
tiba-tiba
Hilang
Tanpa kata, tanpa jejak
tanpa rasa yang tersisa
Apakah kamu benar-benar ada?
Atau selama ini kita hidup hanya dalam khayalku semata?
Aku hampir gila gara-gara kamu
Apa alasanmu yang paling logis
Sebentar ada, lain kali tak ada
dan sekarang tiada
Sama sekali
Kamu...
Bahkan sekarang sudah terlambat
untuk mendengar alasan terakhir
Mengapa tinggalkan aku sendiri
Begitu saja
seperti yang lainnya
Kamu hilang...
Kamu, kamu, dan kamu
Selalu kamu.
Kamu hilang
selalu hilang.
Dulu kamu datang begitu saja
tiba-tiba
Kini
Kamu pun hilang dalam sekejap
tiba-tiba
Hilang
Tanpa kata, tanpa jejak
tanpa rasa yang tersisa
Apakah kamu benar-benar ada?
Atau selama ini kita hidup hanya dalam khayalku semata?
Aku hampir gila gara-gara kamu
Apa alasanmu yang paling logis
Sebentar ada, lain kali tak ada
dan sekarang tiada
Sama sekali
Kamu...
Bahkan sekarang sudah terlambat
untuk mendengar alasan terakhir
Mengapa tinggalkan aku sendiri
Begitu saja
seperti yang lainnya
Kamu hilang...
Kamu, kamu, dan kamu
Selalu kamu.
Sabtu, 20 Maret 2010
Aku Ada - Dewi Lestari feat. Arinna "Mocca"
Melukiskanmu saat senja
Memanggil namamu ke ujung dunia
Tiada yang lebih pilu, tiada yang menjawabku
selain hatiku dan ombak berderu
Di pantai ini kau slalu sendiri
Tak ada jejakku di sisimu
Namun saat ku tiba, suaraku memanggilmu
akulah lautan kemana kau slalu pulang
Jingga di bahuku, malam di depanku
dan bulan siaga sinari langkahku
Kuterus berjalan, kuterus melangkah
kuingin kutahu engkau ada
Memandangimu saat senja
Berjalan di batas dua dunia
Tiada yang lebih indah, tiada yang lebih rindu
selain hatiku, andai engkau tahu
Di pantai itu kau tampak sendiri
tak ada jejakku di sisimu
Namun saat kau rasa pasir yang kau pijak pergi
akulah lautan memeluk pantaimu erat
Jingga di bahumu, malam di depanmu
dan bulan siaga sinari langkahmu
Teruslah berjalan, teruslah melangkah
kutahu kau tahu, aku ada...
seandainya aku bisa menjadi pantai untukmu, dengan ombak yang memeluk pasir tempatmu berpijak...
Memanggil namamu ke ujung dunia
Tiada yang lebih pilu, tiada yang menjawabku
selain hatiku dan ombak berderu
Di pantai ini kau slalu sendiri
Tak ada jejakku di sisimu
Namun saat ku tiba, suaraku memanggilmu
akulah lautan kemana kau slalu pulang
Jingga di bahuku, malam di depanku
dan bulan siaga sinari langkahku
Kuterus berjalan, kuterus melangkah
kuingin kutahu engkau ada
Memandangimu saat senja
Berjalan di batas dua dunia
Tiada yang lebih indah, tiada yang lebih rindu
selain hatiku, andai engkau tahu
Di pantai itu kau tampak sendiri
tak ada jejakku di sisimu
Namun saat kau rasa pasir yang kau pijak pergi
akulah lautan memeluk pantaimu erat
Jingga di bahumu, malam di depanmu
dan bulan siaga sinari langkahmu
Teruslah berjalan, teruslah melangkah
kutahu kau tahu, aku ada...
seandainya aku bisa menjadi pantai untukmu, dengan ombak yang memeluk pasir tempatmu berpijak...
Senin, 15 Maret 2010
i don't know you and you don't know me either
then why don't we just live our life and walk our own way?
there were no beginning and no end
so you don't have to bother say anything
and i don't have to hear 'goodbye' from you
because it really hurts when i finally realize
that you never been there, beside me
then why don't we just live our life and walk our own way?
there were no beginning and no end
so you don't have to bother say anything
and i don't have to hear 'goodbye' from you
because it really hurts when i finally realize
that you never been there, beside me
Minggu, 28 Februari 2010
have you?
wish i could love you more than this
wish i could be more than only just your friend
have you ever been see me before?
it's me, i'm on your shadow
always sneaking on you in quiet
quietly having you, quietly loving you
you make me laugh
you make me smile
even if I got bad days, you always be like that
even if you felt not good enough, you always do that
have you ever been see me before?
this smile in my face when you smile
this laugh in my days when you laugh
these feelings in my heart that you don't know
we're looked the same:
we got same sense of humor, we got same close friends
people said we're both crazy
we're laughing together, we smiled forever
and i think that's why we're still alone
both of us...
and it's never be the same again since i got you in my mind
have you ever see me deeper, just for a while?
wish i could love you more than this
wish i could be more than only just your friend
wish that you do feel the same...
wish i could be more than only just your friend
have you ever been see me before?
it's me, i'm on your shadow
always sneaking on you in quiet
quietly having you, quietly loving you
you make me laugh
you make me smile
even if I got bad days, you always be like that
even if you felt not good enough, you always do that
have you ever been see me before?
this smile in my face when you smile
this laugh in my days when you laugh
these feelings in my heart that you don't know
we're looked the same:
we got same sense of humor, we got same close friends
people said we're both crazy
we're laughing together, we smiled forever
and i think that's why we're still alone
both of us...
and it's never be the same again since i got you in my mind
have you ever see me deeper, just for a while?
wish i could love you more than this
wish i could be more than only just your friend
wish that you do feel the same...
Minggu, 17 Januari 2010
Kecewa
Kukira kamulah segalanya
Tapi hidup tetap berjalan
Dan perjalanan ini tetap berliku,
Bahkan ketika kamu ada
Dan kini,
Seakan kau malah lari dariku…
Apa salahku?
Pernahkah kau pahami
Setiap detik yang berjalan
Setiap pikiran yang terpusat
Segala cinta yang tercurah
Dan titik-titik air mata yang mengalir
Untukmu…
Sekali saja…
Pernahkah kau pahami itu?
Inikah karma,
Mencintai seorang sahabat?
Telah berani mencintaimu?
Apa salahku?
Perasaan ini?
Cinta ini?
Cinta yang mencintai dan hanya mencintai kamu?
Aku ini pemain sandiwara
Mudah mencinta, atau berpura-pura mencintai
Namun berat rasanya untukku mencintaimu
Pernahkah kau menanti,
Sebuah penantian yang tak pernah pasti?
Aku percaya penantian
Yang aku yakini akan selalu datang
Hanya menunggu, terus menunggu
Percaya akan sebuah keajaiban
Sebuah penantian yang takkan sia-sia
Meskipun akhirnya aku jatuh dalam keterpurukan paling hina
Dan kembali harus mengalah
Lagi…
Aku memang egois, itu yang kau tak tahu
Dan aku pelan-pelan membunuhmu, aku tak mau
Tak ada dayaku untuk mengekangmu
Membencimu..
Aku tak bisa
Walau sakit rasanya diri ini
Aku sayang kamu
Sampai kapanpun
Apa adanya
Tapi hidup tetap berjalan
Dan perjalanan ini tetap berliku,
Bahkan ketika kamu ada
Dan kini,
Seakan kau malah lari dariku…
Apa salahku?
Pernahkah kau pahami
Setiap detik yang berjalan
Setiap pikiran yang terpusat
Segala cinta yang tercurah
Dan titik-titik air mata yang mengalir
Untukmu…
Sekali saja…
Pernahkah kau pahami itu?
Inikah karma,
Mencintai seorang sahabat?
Telah berani mencintaimu?
Apa salahku?
Perasaan ini?
Cinta ini?
Cinta yang mencintai dan hanya mencintai kamu?
Aku ini pemain sandiwara
Mudah mencinta, atau berpura-pura mencintai
Namun berat rasanya untukku mencintaimu
Pernahkah kau menanti,
Sebuah penantian yang tak pernah pasti?
Aku percaya penantian
Yang aku yakini akan selalu datang
Hanya menunggu, terus menunggu
Percaya akan sebuah keajaiban
Sebuah penantian yang takkan sia-sia
Meskipun akhirnya aku jatuh dalam keterpurukan paling hina
Dan kembali harus mengalah
Lagi…
Aku memang egois, itu yang kau tak tahu
Dan aku pelan-pelan membunuhmu, aku tak mau
Tak ada dayaku untuk mengekangmu
Membencimu..
Aku tak bisa
Walau sakit rasanya diri ini
Aku sayang kamu
Sampai kapanpun
Apa adanya
Langganan:
Postingan (Atom)